Senin, 18 Januari 2010

“ WAKTU “

Mengalir seperti adanya dalam kehidupan tidak terlalu baik selamanya. Dalam sisi kehidupan terdapat bagian-bagian yang tidak semuanya harus kita penuhi dengan kesibukan sehari-hari dalam masa pencapaian sesuatu.
Contohnya dalam mencapai sukses kita dituntut untuk bekerja keras, dalam mencapai kepandaian kita dituntut untuk belajar lebih banyak dan dalam mencapai segala sesuatu kita diharuskan untuk membuat rangkaian rencana yang matang dan terkadang sangat memerlukan waktu yang cukup banyak. Oleh karena itu seolah-olah manusia terlalu sibuk untuk memikirkan dan melakukan segala segi kehidupan sehingga terkadang lupa memanajemen waktu. Dua puluh empat jam sebenarnya bukan waktu yang sedikit untuk kita. Namun dengan kurang menghargai waktu kita merasa bahwa dua puluh empat jam adalah waktu yang sangat sedikit. Berangkat dari pemahaman semua itu aku berusaha untuk segera memulai bagaimana sebenarnya waktu itu ada untuk kita.
Aku dan duniaku selalu dipenuhi rasa malu dan rasa takut dalam hampir beberapa hal yang sehingga membuatku mengurangi waktu yang sebenarnya dapat diisi dengan hal yang lebih berharga misalnya.
Meliburkan jiwa yang terlalu sibuk dengan hal duniawi kuisi dengan menenangkan pikiran dari segala halyang dapat mengacaukan jiwa. Berserah kepada Ilahi adalah salah satu liburan jiwa yang sangat menyenangkan.
Menurut buku yang dikarang oleh Traci Mullins dan Ann Spangler, dalam bukunya “Vitamins for Your Soul” (Vitamin bagi Jiwa) adalah sangat penting untuk meliburkan jiwa dari kepenatan duniawi, untuk memberi waktu kepada sisi keIlahian yang dapat memupuk hidup spiritual kita kepada Sang Pencipta.
Sangat penting memang untuk berlibur, apalagi jiwa setiap manusia.
Aku mulai memahaminya dalam kehidupanku yang selalu penuh ketakutan ini. Takut menerima kenyataan bahwa aku belum dapat disebut manusia berguan, takut menerima kenyataan bahwa aku manusia yang belum layak dan takut akan masa depan yang belum jelas. Semuanya itu sangat mengganggu pikiranku saat ini. Namun dengan memulai membaca buku itu aku dituntun untuk mulai meliburkan jiwaku dari keterombang-ambingan.
Sebenarnya waktu telah disediakan untuk kita memang. Tetapi untuk memulainya terkadang aku sendiri sulit untuk melakukannya. Penuh pertimbangan dan menunda waktu yang sering kulakukan dalam hal ini.
Kucoba untuk menguasai kata “nanti” dalam memulainya sehingga yang terjadi hanya kata “sekarang” dan memungkinkan terngiang kata “kapan lagi?”
Ajar aku Tuhan untuk menyelami sisi keIlahianMu sehingga hambaMu ini dapat menjadi orang yang sangat menghargai segala sesuatu yang terjadi karena adanya Engkau yang menciptakan dan waktu dalam Engkau melakukan penciptaan.
Seperti ada tertulis Engkau menciptakan dunia dan segala isinya selama enam hari dan pada hari yang ketujuh adalah waktu dimana Engkau sebagai yang Maha Kuasa pun memerlukan waktu untu beristirahat.
Untuk itu biarkan aku menghargai waktu sampai aku mendapat pencapaian yang sempurna untuk mengerti ;

“ Waktu adalah barang yang sangat
berharga dan tidak ada gantinya.”


1 komentar:

Galeri Foto Hans