Adakah ‘ia’ yang mampu merubah kehidupan ini dengan segala motivasi dan pelayanannya yang setia?
Berharap memang sesuatu hal yang baik bila diiringi optimisme dan dasar yang teguh. Karena di dalam pengharapan timbul suatu motivasi yang sudah seharusnya dijalani dan dipertimbangkan.
Alam mendampingi kita dalam menjalani kehidupan ini. Ia setia dalam perjalanan hidup. Namun dikala kita menyimpang, alam akan terus berjalan apa adanya. Ia dan musim dengan mesra mengganti mimik wajahnya.
Saat kita menyimpang, alam akan tetap tersenyum untuk kita. Senyumannya sama sekali tidak mengartikan suatu kegembiraan atau bahkan kesedihan individu yang didampinginya.
Keindahan terjadi karena perubahan, dalam artian pembentukan dalam diri sangat berpengaruh dalam mempengaruhi pandangan orang lain.
Cukup ‘ia’ dengan apa adanya, atau ‘ia’ dengan ada apanya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar