Segala sesuatu memang berarti pada waktunya nanti. Dariku memang memilih dan memilah dalam bersosial sangat sukar terealisasi karena dalam kamusku hampir tak ada kata memilih dalam kehidupan bersosial.
Secara tidak langsung kita dituntut untuk mengasihi musuh kita walaupun sangat sulit untuk melakukannya. Bila kita mampu melakukan itu, niscaya untuk mengasihi makhluk apapun di dunia ini—sebagai ciptaan Yang Kuasa—sangat mudah.
Mengasihi diri kita sendiri saja terkadang kita sulit, bagaimana kita dapat dikasihi orang yang dekat dengan kita?
Sendiri itu terkadang terlalu indah, namun nuansa kebersamaan dan saling menghargai serta saling mengasihi jauh lebih indah dari kesendirian. Kesendirian terkadang membuat kita secara tidak langsung teringat akan keburukan yang seharusnya sudah terbuang dan terpendam untuk selamanya. Kesendirian juga membuat kita selalu menyalahkan diri kita sendiri yang seharusnya bukan untuk disesali melainkan untuk dibenahi.
Berbenah diri dari hal terkecil saja sudah cukup untuk melangkah lebih maju dalam menentukan masa depan.
Menjemput masa depan dengan segala kemampuan dan man power yang mantap cukup untuk memberi nilai plus pada kehidupan
Berusaha menyematkan predikat status sosial untuk kita, wajib terealisasi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar