Namun manusia tetaplah manusia yang juga terkadang harus mengemban rasa kepercayaan dan keragu-raguan. Begitupun denganku yang masih sedikit meragukan akan kehadirannya. Namun tak kubiarkan keraguan itu selalu mempermainkanku untuk lebih menghargai kehadirannya yang begitu polos dan tulus terhadapku.
Mulai kupupuk rasa kepercayaan untuk menerima dia dengan apa adanya walau tak kupungkiri segala sesuatu sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa begitu pula dengan masalah pasangan hidup.
Dua minggu berlalu, semua terasa baik-baik saja. Sedikit masalah memang selalu ada sebagai satu sisi yang tidak pernah terpisah dimana seseorang mulai masuk dan memahami sisi kehidupan manusia lain. Namun tidak ada masalah yang tidak terselesaikan bila kita benar-benar membuka hati untuk menerima bila masalah itu terjadi karena kesalahan kita. Kemudian timbul pertanyaan lagi, benarkah semua masalah adalah karena kesalahan kita? Jawabnya adalah ‘tidak’.
Aku berani katakan tidak, karena padanya terjadi masalah yang sampai beberapa waktu lalu terungkap adanya orang ketiga yang mengombang-ambingkan segala sesuatu yang pada akhirnya bermaksud untuk merebut ia dari sisiku. Hancur hatiku saat itu, kenapa hal itu bisa terjadi kepadanya, padahal ia juga tidak menyadari dan bukan kehendaknya sendiri masalah itu terjadi.
Memang Tuhan itu baik dan bisa mnyelesaikan segala masalah pada setiap sisi kehidupan manusia.
Sebelum semua terungkap, tak kupungkiri diriku pun harus berserah dan memohon campur tangan Yang Kuasa untuk penyelesaian masalah itu sendiri. Dan ajaib memang kuasaNya yang ikut campur tangan melalui orang-orang yang Ia percaya sebagai perantara Kasihnya untuk setiap manusia yang berserah kepadaNya.
Terima kasih Bapa akan kehadiranMu yang telah Kau buktikan bagi orang-orang lemah seperti kami. Yang kami mau kiranya Engkau juga mengampuni orang yang telah berbuat jahat itu. Ampuni di Tuhan… dan Kau percikkan sedikit kasihMu untuk menggugah hatinya agar mengerti segala sesuatunya yang terjadi karena kehendakMu saja. Biarkan ia lebih mencintaiMu dan lebih mengandalkan Engkau dalam setiap langkap hidupnya. Begitu juga dengan kami Tuhan, agar kami untuk selalu mengandalkan Engkau. Masih jauh langkah kami Tuhan untuk menjalin suatu hubungan khusus yang semuanya itu tidak mudah untuk dilewati bila kami tidak mengandalkanMu, Amin.
Tuhan menciptakan dunia dan segala isinya. Oleh karena itu manusia hanya dapat menerima dan harus lebih baik menjalin hubungan horizontal terhadap sesama manusia bahkan terlebih lagi harus mengutamakan hubungan Vertikal yang sempurna terhadap Yang Maha Kuasa.
Namun di dunia lain, adakah hal itu terjadi?
Seperti terungkapnya kejahatan yang ternyata ada campur tangan makhluk lain dari dunia lain. Siapakah yang menciptakan dunia lain itu sehingga makhluk lain itu berusaha masuk dalam kehidupan manusia yang hidup dalam dunia penciptaan Yang Maha Kuasa?
Suli memang untuk memahami semua itu dengan mengandalkan kekuatan manusia. Pemahaman yang religiuslah yang mampu mengerti bahwa tidak ada yang berhak mengganggu manusia ciptaan Tuhan. Hak yang ia punya tidak untuk selamanya sampai Yang Kuasa campur tangan.
Dengan semua itu akhirnya aku menyadari bahwa sisi khidupan ini sudah ada yang mengatur dan semuanya itu direncanakan dengan indah oleh Yang Maha Kuasa.
Terngiang olehku akhirnya, aku memang harus lebih banyak berserah kepadanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar