Terima atau tidak terima yang lalu memang sudah terjadi, berguna atau tidak, tetap berarti dalam kehidupan. Penyesalan yang timbul pun punya arti khusus buat kita. Pengharapan dikemudian hari akan lebih baik bila ada penyesalan.
Tetap positif, itulah yang harus kita lakukan dalam setiap hal.
Anggapan bahwa kesempatan hanya datang sekali, tidak berlaku bagiku. Namun bagaimana kita menyikapi kesempatan itu yang hanya sekali. Berlaku adil dan sabar adalah kesempatan yang kita punya setiap saat. Sudahkah kita menyikapi hal ini dengan baik?
Sikap sempurna membuat tubuh kita mantap dalam segi jasmani dan rohani.
Keputusan terpenting apakah yang akan kita ambil?
Rencana bukan tidak disusun setiap saat selama masih dalam jalur-jalur kejujuran dan lintasan kemurnian.
Salah bertindak bukan berarti kegagalan yang harus disesali tanpa batas waktu. Kegagalan yang menimbulkan penyesalan biarlah ada hanya untuk beberapa saat, sehingga keputusan terpenting tidak terhambat untuk dilakukan kedepan.
Irama napas kita selalu menampilkan pribadi kita pada saat apapun.
Biarlah irama itu tetap mengalun dengan baik dan membawa kita untuk membuat lirik terbaik dalam alunannya. Lirik yang terbentuk dengan pemahaman yang menyeluruh dan sesuai dengan talenta yang ada pada hidup kita.
Bersyukurlah pada talenta yang ada dan damaikan segalanya dengan itu. Kita kembangkan talenta kita pada saat musim semi dan biarkan tetap berkembang pada saat musim gugur.
Berjuang untuk kesempurnaan yang abadilah target pencapaian yang harus kita lakukan.
Membidik suatu target adalah hal sepele, namun tidak sepele untuk tepat di sasaran. Target tidak akan berubah atau berpindah, namun keteguhan kuda-kuda kita yang biasanya menggoyahkan bidikan.
Ketulusan menimbulkan keteguhan yang akhirnya menghasilkan Iman yang penuh harapan tentang Kasih. Iman, Pengharapan dan Kasihlah yang seharusnya terpatok dalam setiap pribadi.
Dalam hal mengasihi kita tidak seharusnya memilih secara subjektif, karena dengan demikian kesempurnaan dalam hal itu tidak ada. Mengasihi setiap manusia seperti kita mengasihi diri kita sendiri merupakan langkah yang sangat tepat dan mendekati sempurna.
Dikarenakan manusia mempunyai pilihan, maka akupun memilih dalam mengasihi seseorang. Tidak adil memang..
Manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangan. Mungkin itu salah satu kekuranganku dalam hal mengasihi.
Namun aku percaya suatu kelebihanlah yang timbul bagi orang yang aku kasihi.
Aku sangat mengasihi satu orang dalam komposisi kasih yang berbeda terhadap orang lain.
Biarlah aku mengasihinya lebih dari yang lain, namun tetap aku kan belajar mengasihi orang lain selain ‘ia’ sampai aku mencapai kesempurnaan dalam ;
Iman, Pengharapan dan Kasih..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar